Rabu, 2009 Maret 25
Untukmu.. wahai bintang hatiku...
Apa yang terjadi denganmu wahai sayangku...
Kenapa kau diam saja...
Kenapa kau tak lagi menegurku...
Kenapa kau tak lagi menyapaku...
Tau kah kau disini diriku hampa tanpamu....
Taukah kau betapa ku merindukanmu....
Kumerindukan kasih sayangmu, sapaan mesramu, suaramu, candaan dan gurauanmu, gelak tawamu, nyanyianmu, dan alunan indah ayat-ayat suci dari bibirmu yang kau alunkan untuk menenangkan diriku disaat ku tak bisa terlelap dalam tidurku....
Dimakah engkau sayangku....
Taukahkau kau betapa kubahagia saat bersamamu..
Dimanakah kini sandaran hatiku disaat ku ketakutan akan kelamnya malam
Kau selalu memberiku ketenangan disaat ku terbangun dari mimpi burukku
Bisikan lembut dan mesra itu dapat menenangkanku sehingga ku kembali kuterlelap.
Belahan jiwaku....
Kau telah membawa pergi separuh jiwaku bersamamu
Kautelah mengisi kekosongan hatiku
Tapi kini kau kosongkan lagi hatiku bahkan kini kau telah menawan dan memenjarakannya.
Ya rabbi, sudah hancurnyakah hatiku?
Kenapa butiran bening ini terus membasahi pipiku
Malam kini terasa begitu kelam tidurkupun tak tenang
Aku ingin berteriak, menangis sekuatnya agar kau dapat mendengarkanku
Agar kau kembali menenangkanku
Agar kau kembali memanjakanku.
Tapi itu takkan mungkin....
Tak kan mungkin lagi.
Ya Rabbi...
Mengapa Kau pertemukan kami?
Mengapa Kau kembali menitipkan cinta dihatiku....
Cinta yang tak mungkin kumiliki...
Padahal pintu hatiku telah kutup
Tapi, mengapa Kau izinkan dia untuk membukanya lagi
Ya Rabbi....
Ujian apalagi yang kau beri untuk hatiku???
Ini tidak adil, aku tak sekuat itu
Ya Rabbi...
Mengapa Engkau mempertemukan kami kalau kau akan mengambilnya dariku Aku jatuh.....
Aku Hancur......
Sosoknya bagaikan bintang...
Begitu indah dan berkilauan.
Dia hidup diantara cahaya yang bergemerlapan, begitu indah....
Dia adalah lelaki yang nyaris sempurna untukku.
Tapi ternyata Tuhan telah mengurangi kesehatannya.
Betapa pilunya diriku, ketika kumengetahui derita fisiknya.
Andaikan ku sanggup akan kusuguhkan air telaga Al-Kautsar yang harum dan lezat itu untuk melepas dahagamu dan mengurangi derita fisikmu agar kau dapat meminumnya dari kedua tanganku.
Dia yang bakhan terus menyemangatiku untuk melanjutkan apa yang selama ini telah kujalankan...
Dia selalu ada...
Setiap hari dan setiap saat. Bahkan disaat dia tak mampu akan dirinya sendiri.
Aku mengikhlaskanmu sayang...
Karena kau kini telah ada disisi-Nya.
Betapa bahagianya engkau karena Allah telah mengambilmu kembali dalam keadaan Iman dan Islam.
Allah hanya belum mengizinkan kita bertemu di dunia ini
Karena Dia telah menyiapkan tempat pertemuan kita di Raudatul Jannah
Di surga yang paling kita rindukan.
Aku sangat mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku.
Waktu terus berlalu... Sang Takdir pun telah menjawabnya.
Sayang.... Aku telah mengikhlaskanmu....
(Ama, March 23rd, 2009)
Kumengenalmu dari jauh
Tergetar hati melihatmu
Matamu bening
Suaramu bening
Semangatmu hening
Wajahmu lembut
Senyummu lembut
Rambutmu lepas tergerai
Terasa sejuk kumengenalmu
Merdeka aku didekamu
Jalan yang panjang
Sebatas pandang
Kau tempuh tanpa mengeluh.
Tangan terkepal berangkatlah kapal
Menuju dermaga sepi
Kutuliskan hanya untukmu, segala puja puji ini
Karena rindu.
Air mata terlanjur tumpah
Membasahi tanah
Menjadi darah
Aku rindu.
(Tubagus Maulana Hasanudin, March 5th, 2009)
Kamis, 2008 Oktober 23
Selasa, 2008 Juli 08
Rahasia Hati
Hatiku yang tak lagi peka... oh, sebegitu hancurkah aku?
Entah bagaimana perasaanku ini, entah dimana harapan itu kini ada, seolah diri ini hampa.
Dia yang hadir disaat aku membutuhkan seseorang tempat berkeluh kesah, dia yang kembali membawa apa itu HARAPAN. Yah, seorang sahabat yang baik, dia adalah sahabat terbaikku.
Aku bahkan tak pernah tau bagaimana sosoknya. Dunia Maya itu telah mengukir lagi takdir kehidupanku. Lagi... Aku hampir jatuh...
Ya Tuhan.... Mengapa engkau mempertemukan kami...
Hanya untuk mengembalikan Harapan itu? Atau harapan untuknya?
Lalu mengapa Engkau mengambilnya...???
Betapa mirisnya perasaanku mengetahui dirinya yang tak berdaya menyimpan derita fisiknya
Tapi cintanya untukku yang besar itu yang kurasa, bukan kepedihannya
Dia yang bahkan bisa tertawa padahal kesakitan itu meringkuk ditubuhnya
Dia yang masih menyempatkan waktu untukku padahal dia sedang melangkah ke jurang waktunya sendiri.
Dia yang masih teringat padaku bahkan disaat kesadarannya mulai menghilang
Dia yang masih bisa menggerakkan jemarinya hanya untuk mengabarkan bahwa Dia Begitu Mencintaiku sampai akhir hayatnya........
Oh hati... Hati ini harus terus kujaga... Karena aku tak mau terjatuh lagi.... karena kalau itu terjadi.... Aku takkan mungkin bangkit lagi....
Ya Tuhan....... Apa sudah sedemikian lumpuhnya kah hatiku??
Senin, 2008 Juni 02
Someday in The Office
Smile up girl...!!! Dasar ga bisa lihat kamera.. hihihihihi.....
Selasa, 2008 Februari 12
Istirahat

Semua orang pasti butuh istirahat. Kerena dengan istirahat kita dapat menyegarkan kembali pikiran, jiwa, dan raga. Istirahat juga ampuh untuk menghilangkan stress. Tapi buat aku Istirahat malah bisa buat stress. Betapa tidak.. Belakangan ini aku menghabiskan waktu tanpa aktivitas, maksudnya untuk istirahat eh malahan bikin pikiran jadi pusing.. Hu uh... !!!
Tepat Sebulan yang lalu aku meneyelesaikan Ujian kelulusan (Sidang) dan dosen pembimbingku menyarankanku untuk tidak melakukan aktivitas alias Istirahat sementara waktu selama 2 Bulan, karena hari-hari yang kulalui sebelum Sidang sangat melelahkan dan banyak menyita waktu. Belum lagi ditambah dengan dilema yang terjadi pada diriku sehingga aku kurang tidur dan tampak stress.
Akan tetapi sekarang... Aku tidak mengalami perubahan walaupun hampir 1 bulan tidak ada kegiatan. Aku malah jadi Stress dirumah, dan aku termasuk tipical orang yang susah tidur. Hal itu membuat pikirannku jadi tak menentu. Otakkupun serasa bagai sarang laba-2. Aku jadi suka mikir macam-2.
Aku memang bukan gadis rumahan, dan aku juga bukan tipe orang yang suka keluyuran tanpa tujuan. Aku sudah tak tahan lagi..................... Aku ingin mencari pekerjaan, tapi tanggung ijazahku belum keluar lagian dosenku menyarankanku untuk mengabdi sementara menjadi dosen pembantu agar aku bisa mendaptkan peluang S-2, tapi kegiatan perkuliahan baru akan dimulai bulan Maret entar. My God.... ???????????
Minggu, 2008 Januari 27
My Dedication (Persembahanku)
“ Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”.
(Q.S. Al-Isra’ : 37)
“ Allah membukakan pintu surga kepada orang-orang yang mencari ilmu dan Malaikat akan membentangkan sayap kepadanya. Seluruh Mailaikat di langit dan ikan-ikan di lautan akan mendoakannya”.
(Hadits Rasulullah SAW)
Ya Allah... Ya Rabbi...
Aku memanjatkan doa kepada Mu...
Kayakanlah hamba dengan ilmu,
hiasilah hamba dengan keindahan budi pekerti,
mulyakanlah hamba dengan ketakwaan, dan
baguskan diriku dengan kesehatan.
Ayah dan Bunda...
Dalam derap langkahku ada tetesan keringatmu
Dalam cintaku ada doa tulusmu
Serasa tidak berarti hidupku tanpa tekad untuk membahagiakanmu
Andai air telaga Al-Kausar yang harum dan lezat itu dapat kuambil
Akan kusuguhkan kepadamu sebagai rasa terima kasihku
Alhamdulillah dengan keridhaan Allah SWT dan atas nama cinta serta kasih sayang yang tak terbatas, kupersembahkan karya tulis ilmiah (skripsi) ini kepada yang tercinta Ayahanda H. Abdullah Atiby dan Ibunda Hj. Salma yang selalu mengiringi langkahku dengan untaian doa dan kasih sayang.
Saudaraku...
Semesra kebersamaan, sehangat kasih sayangmu, seikhlas bantuanmu kupersembahkan ucapan terima kasih untuk abang Fajerul dan adik-adikku tercinta, Firda, Farah dan Fauzan.
Sahabatku..
Teramat banyak kenangan bersama-sama kalian selarut bunyinya lonceng.
Hari-hari terasa indah dengan hadirnya canda dan tawa, terima kasih khusus untuk B’Firman dan K-7 On’s (Eka, Nina, Dewi, Nanda, Rini dan Juwi) Dan juga panorama alam yang menyemangatiku dengan keindahannya.
Jazakumullah Khairan ....
Fatmawati A.Atiby




.jpg)